♠ Posted by arifah.martinia@gmail.com in food at 02.12
Martabak Raksasa dengan 8 Isi Berbeda
Martabak raksasa dengan 8 isi berbeda ini sangat digemari oleh banyak orang. Bagaimana ya martabak raksasa dengan 8 isi berbeda sangat digemari ?
Tenarnya makanan-makanan negara asing, tidak membuat
martabak manis dilupakan oleh masyarakat Indonesia. Martabak manis
tetap menjadi “primadona” di lidah pemburu makanan Indonesia.
Hal itu, membuat para pengusaha kuliner tetap menciptakan inovasi baru untuk menyuguhkan makanan maupun suasana tempat makan yang digelutinya. Seperti Ika Hendrani, pemilik Martabak Factory yang menyediakan martabak raksasa dengan 8 isi berbeda, namun tetap menghadirkan ciri khas rasa martabaknya.
“Karena kafe lain biasanya menawarkan makanan western seperti Cake, Pancake, harusnya secara logika martabak bisa dong. Jadi, bikin lah martabak, namanya saya ganti biar orang tahu kalau ini martabak,” ungkap Ika.
Nuansa kedai pun seperti factory alias pabrik. Dengan gaya industrial, kafe dipenuhi furnitur recycle. Misalnya mesin jahit, tong minyak dijadikan sofa, bahan bekas mobil jadi alas meja, serta bekas gulungan kabel jadi kursi. "Saya ingin orang yang datang ke tempat saya bukan hanya mencari makan atau foto makanannya, tapi bisa menikmati suasanannya. Jadi kita bisa memancing kreativitas. Selain ingin buat nyaman pengunjung, kita juga ingin memancing ide kreatif," katanya.
Untuk menu, makanan utamanya adalah martabak mini. Ada pula menu baru yang sudah banyak menarik perhatian pengunjung, yakni Martabak Grande.
Hal itu, membuat para pengusaha kuliner tetap menciptakan inovasi baru untuk menyuguhkan makanan maupun suasana tempat makan yang digelutinya. Seperti Ika Hendrani, pemilik Martabak Factory yang menyediakan martabak raksasa dengan 8 isi berbeda, namun tetap menghadirkan ciri khas rasa martabaknya.
“Karena kafe lain biasanya menawarkan makanan western seperti Cake, Pancake, harusnya secara logika martabak bisa dong. Jadi, bikin lah martabak, namanya saya ganti biar orang tahu kalau ini martabak,” ungkap Ika.
Nuansa kedai pun seperti factory alias pabrik. Dengan gaya industrial, kafe dipenuhi furnitur recycle. Misalnya mesin jahit, tong minyak dijadikan sofa, bahan bekas mobil jadi alas meja, serta bekas gulungan kabel jadi kursi. "Saya ingin orang yang datang ke tempat saya bukan hanya mencari makan atau foto makanannya, tapi bisa menikmati suasanannya. Jadi kita bisa memancing kreativitas. Selain ingin buat nyaman pengunjung, kita juga ingin memancing ide kreatif," katanya.
Untuk menu, makanan utamanya adalah martabak mini. Ada pula menu baru yang sudah banyak menarik perhatian pengunjung, yakni Martabak Grande.
Itulah informasi tentang martabak raksasa dengan 8 isi berbeda. Maka dari itu mari kita coba martabak tersebut.

0 komentar:
Posting Komentar